Senin, 11 Januari 2016

PELAJARAN 4 PELETAK DASAR, PENDIRI DAN PENERUS WARTA AGAMA



PELAJARAN 4
PELETAK DASAR, PENDIRI DAN PENERUS WARTA AGAMA


POKOK BAHASAN
  1. Pengertian peletak dasar, pendiri, dan penerus warta agama
  2. Kembali ke Ajaran Dasar
  3. Alasan Dasar Memahami Peletak Dasar, Pendiri dan Penerus Warta Agama
  4. Para Peletak Dasar dan atau Pendiri Agama, Ajaran dan Perjuangannya.
  5. Para Penerus Warta Agama
  6. Melestarikan Ajaran Agama

SASARAN PEMBELAJARAN
  1. Memahami tujuan kembali ke Ajaran Dasar
  2. Menjelaskan alasan memahami peletak dasar dan penerus warta agama.
  3. Mengenal  peletak dasar, pendiri dan penerus warta agama masing-masing.
  4. Memahami ajaran agama masing-masing
  5. Mencintai agama masing-masing.
  6. Ambil bagian dalam penerusan warta agama.

MATERI PEMBELAJARAN
Ibarat aliran sungai yang semakin jauh  dari sumbernya semakin tidak murni keadaan airnya, demikian juga dengan ajaran suatu agama. Semakin tua sebuah agama, maka semakin besarlah kemungkinan terjadinya kontaminasi / pencemaran ajarannya. Pencemaran ajaran bisa terjadi karena sikap gegabah memasukkan ajaran / paham lain (akulturasi budaya), kesalahan penafsiran ajaran agama, kesombongan anggotanya, kebodohan anggotanya, fanatisme sempit, dan sebagainya. Banyak hal harus dilakukan oleh para pemeluk agama, terutama para pemukanya untuk menjaga kemurnian agama tanpa harus kehilangan relevansinya bagi umat pada jamannya. Agama yang kehilangan relevansi akan ditinggalkan oleh jemaatnya karena tidak dapat memenuhi tuntutan / harapan umat.

A.    Pengertian
            Peletak dasar adalah orang yang ide-idenya, gagasan-gagasannya, atau pemikiran- pemikirannya digunakan agama tertentu sebagai pedoman hidup beragamanya. Orang ini belum tentu mendirikan agama. Orang itu misalnya Yesus Kristus. Hingga sekarang pemikiran Yesus Kristus, ajaran, beserta teladan hidup-Nya menjadi pedoman hidup beragama umat kristiani. Hal demikian terjadi juga pada Kong Hu Cu dan Buddha.
            Pendiri agama adalah orang yang pertama kali menyatakan (memproklamirkan) bahwa kehadirannya di dunia ini membawa agama tertentu. Orang itu misalnya nabi Muhammad. Nabi dipanggil untuk mengajarkan agama Islam.  Nabi bersabda bahwa beliau hadir di dunia membawa agama Islam.
            Penerus warta agama adalah mereka yang melanjutkan usaha dan perjuangan para peletak dasar dan pendiri agama. Mereka itu pertama-tama adalah lembaga keagamaan di mana di dalamnya terdapat para pemimpin agama. Kitapun juga penerus warta agama.Keterlibatan dan sumbangan kita sebagai warga jemaah agama sangat penting dalam penerusan warta agama.  Supaya bisa meneruskan warta agama maka kita harus mengenal dengan baik para peletak dasar agama, para pendiri, para penerusnya dan ajaran agama yang kita anut.


B.     Urgensi Memahami Peletak Dasar, Pendiri  dan Penerus Warta Agama
Pemahaman akan peletak dasar dan penerus warta agama sudah sangat mendesak untuk dilakukan. Berbagai peristiwa  dan kelompok agama tertentu menunjukkan terjadinya penyimpangan ajaran agama.  Peristiwa-peristiwa itu antara lain:
  1. Bertumbuh suburnya  berbagai aliran keagamaan yang dinyatakan sesat oleh para ahli agama misalnya sekte Ranting Daud, Komunitas Eden, sekte Aung San Rikyo, saksi Yehova, dsb.
  2. Timbulnya berbagai organisasi keagamaan garis keras yang berhaluan fundamentalis (Ahlul Sunah Wal Jamaah, Laskar Jihad, Jamaah Islamiah, FPI, dll). Kelompok ini berusaha mencampuradukkan kepentingan pribadi/kelompok dengan kepentingan umum. Mereka juga berusaha memaksakan pikiran dan kehendaknya kepada penganut lain.
  3. Arus globalisasi dan modernisasi yang berdampak pada pengikisan iman dan ateis praktis. Orang lebih mendewakan kemajuan tehnologi daripada agama.
  4. Liberalisme yang menimbulkan sekularime agama dengan dunia. Itu berarti terjadi pemisahan antara kehidupan beragama dengan kehidupan bermasyarakat. Akibatnya, agama menjadi formalitas belaka. Ajaran agama tidak meresapi kehidupan.
Kemauan untuk memahami peletak dasar, pendiri, penerus warta agama, beserta agama yang dianut dapat menumbuhkan nilai-nilai positif yang sangat mendidik seseorang. Nilai positif (manfaat) yang  diperoleh, antara lain:
1.      Semakin mengenal dan mencintai peletak dasar, pendiri, dan penerus perjuangannya.
2.      Semakin memahami ajaran agama, mencintai agama, dan menghayatinya dalam hidup sehari-hari.
3.      Mampu memahami dan menghargai keberadaan agama lain.
4.      Dapat menangkal ajaran sesat.
5.      Tidak menjadi penyesat-penyesat yang baru.
6.      Beriman secara kritis.

C.     PELETAK DASAR & PENDIRI AGAMA :  AJARAN & PERJUANGANNYA
Setiap agama memiliki peletak dasar sendiri-sendiri. Ide dasar dan ajaran dari peletak dasar inilah yang kemudian dijadikan pedoman hidup beragama.  Namun, tidak semua peletak dasar agama menjadi pendiri agama. Berikut disampaikan secara sekilas para peletak dasar agama, ajaran beserta perjuangannya.
1.      Nabi Muhammad
Nabi Muhammad adalah peletak dasar dan pendiri agama Islam. Ia adalah anak dari Abdullah dan Aminah. Dalam usia yang sangat muda, ia sudah yatim piatu. Keprihatinannya terhadap kaum miskin Mekkah akibat jaman jahiliyyah mendorongnya untuk mendirikan LSM Hilful-Fadhul. Pengalaman terlibat dalam LSM tersebut menempanya menjadi seorang pemimpin yang terpercaya. Oleh sahabat dan orang-orang yang mengenalnya, nabi disebut sebagai al-amin.
Pada usia 40 tahun Nabi menerima wahyu Tuhan melalui malaikat Jibril ketika ia sedang menyepi di gua Hira. Wahyu pertama yang turun adalah Surat Al- Alaq (segumpal darah) atau Al- Kalam (sabda).
Inti ajaran Islam adalah kepasrahan total atau penakhlukan diri kepada Allah. Sedangkan dalam prakteknya, kaum muslim memiliki kewajiban untuk menciptakan masyarakat yang adil dan setara di mana orang-orang miskin dan lemah diperlakukan secara layak. Zakat dan shalat merupakan dua dari lima rukun ( prinsip) Islam yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim.
Dalam menyebarkan ajarannya, nabi dibantu oleh istrinya Khadijah, istri-istri yang lain (misalnya Siti Aisyah), Warakhah bin Naufal (paman), Abi Talib (paman), Abu Bakar (sahabat masa kanak-kanak), Ali bin Abi Talib (saudara sepupu),  Zaid bin Harisah (anak angkat dan mantan budak istrinya), dan penduduk Yatsrib (Madinah).  Tantangan yang berat dari penduduk Mekkah memaksa nabi untuk hijrah ke Madinah. Oleh penduduk Madinah, nabi justru diangkat menjadi pemimpin mereka, sehingga dapat dengan leluasa menyebarkan agamanya.
Banyak orang menentang ajaran dan usaha Nabi Muhammad. Mereka adalah para penduduk, penguasa dan pengusaha Mekkah, kaum feodal dan para pemilik budak yang berasal dari sukunya sendiri Quraisy. Mereka adalah orang-orang mapan yang merasa lebih berharga daripada Allah. Mereka juga merupakan para penyembah berhala. Di luar Mekkah perjuangan nabi mendapat tantangan dari orang-orang Yahudi dan Nasrani yang berpendapat bahwa di luar Israel tidak ada nabi.
Yang sangat membahagiakan adalah bahwa di akhir hidup nabi, agama Islam sudah tersebar luas bahkan mampu mempersatukan suku-suku jazirah Arab. Ajaran dan cara hidupnya menjadi hukum kedua bagi umat muslim. Ajaran dan cara hidup itu terkumpul dalam Hadits Nabi.

2.      Yesus Kristus
Yesus Kristus menjadi peletak dasar bagi agama Kristen (Katolik dan Kristen reformasi). Kisah Yesus Kristus beserta ajaran dan perjuangannya dapat disimak dalam kitab suci perjanjian baru khususnya pada keempat Injil (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes).
Dari keempat Injil dijelaskan bahwa Yesus adalah anak Maria dan Yusuf. Sedangkan sejatinya, Dia adalah Anak Allah (Allah yang turun ke dunia). Karena sebagian besar hidup-Nya dihabiskan di Nazaret, maka Dia dinamakan Yesus dari Nazaret. Pada usia 30 tahun Ia mulai membaharui agama Yahudi dengan ajaran-ajaran yang dianggap orang sebagai ajaran baru.
Inti ajaran Yesus adalah, “Bertobatlah dan percaya pada Injil”. Bertobat artinya berbalik kepada Allah dengan melaksanakan kehendakNya. Kehendak Tuhan adalah pewartaan kabar gembira (Injil) bahwa Allah mencintai manusia. Mewartakan kabar gembira berarti mewartakan (dalam kata dan perbuatan ) kegembiraan kepada orang lain. Hal ini dikonkritkan dalam perbuatan kasih, ”Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap akal budimu, dengan segenap tenagamu, serta kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri” Dan juga,” Kasihilah musuh-musuhmu”(Mat 22:37-40). Yesus tidak hanya berbicara saja. Ia juga mewujudkan semua yang diajarkan dalam pelayananNya. Lalu pergilah Yesus ke seluruh Galilea, memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan (Mrk. 1:39).
Dalam menyebarkan ajaranNya, Yesus tidak sendirian. Ia berusaha melibatkan banyak orang. Mereka itu adalah para rasul (12 orang), para murid (70 orang), para wanita, dan mereka semua yang mendukung usahaNya.
Banyak pihak menentang Yesus. Mereka adalah para ahli kitab dan orang farisi, juga para penguasa yang pada dasarnya orang-orang mapan. Ketidakmampuan masyarakat memaknai paham mesianis Yesuspun merupakan tantangan yang tidak kalah berat. Akibatnya, kehidupan Yesus berakhir secara tragis; mati di kayu salib dengan tuduhan sebagai penjahat. Namun, sebenarnya kematian itulah bagian dari misi pembebasan manusia dari dosa.
Tidak secara langsung perjuangan Yesus membuahkan hasil. Bahkan setelah Yesus disalib, para  murid bubar. Namun di kemudian hari ajaran Yesus tersebar ke penjuru dunia. Hal ini disebabkan oleh Roh Kudus yang datang menyemangati dan meneguhkan iman mereka.
Menurut para ahli agama Kristen Katolik didirikan oleh Paulus (di luar Palestina) dan oleh para rasul (dalam Palestina). Hal ini mungkin bisa dimengerti karena Yesus tidk pernah memproklamirkan diri sebagai pendiri Kekristenan. Meski kekristenan tidak hanya berisi pemikiran Paulus, tetapi Paulus memiliki pengaruh besar dalam penulisan Kitab Suci Perjanjian Baru (misal surat-surat Katolik). Sebutan Kristen sendiri diberikan oleh penduduk Anthiokia kepada kelompok orang yang menjalankan ajaran dari seseorang yang disebut Kristus. Sedangkan kata Katolik sendiri dicetuskan pertama kali oleh St. Ignatius dari Antiokia. Menurut sejarah, agama Kristen Protestan dipelopori pendiriannya oleh Martin Luther, Yohanes Calvin, dan Zwingli. Kemudian dalam perkembangannya banyak orang mendirikan aliran-aliran baru dengan nama yang bermacam-macam. Beberapa tokoh pendiri aliran itu antara lain Aliran-aliran ini meneruskan cita-cita pendiri. 

3.      Sapta Maharsi
Hindu ada sejak 1500 SM. Peletak dasar agama Hindu adalah para Maharsi. Maharsi adalah orang-orang suci yang dipilih Tuhan untuk dapat berhubungan / berkomunikasi dan menerima wahyuNya. Dari sekian banyak Maharsi, ada tujuh Rsi yang banyak disebut dalam kitab Veda. Itulah sebabnya mereka dinamakan sapta Maharsi karena jumlahnya tujuh. Mereka itu adalah: Rsi Grtsamada, Visvamitra, Vamadeva, Atri, Bharadvaja, Vasistha, dan Kanva. Wahyu-wahyu itu terhimpun dalam Kitab Suci Veda.
Agama Hindu mendasarkan diri pada ajaran persahabatan bagi mereka yang mempercayai kesucian seseorang, kesadaran eksperiensial (berhubungan dengan pengalaman) tentang Tuhan melalui praktek spiritual (rohani) dan disiplin moral (perilaku dgn pertimbangan baik-buruk), pemeliharaan dharma (kebenaran), kebebasan pemikiran total, keselarasan dalam agama, tanpa kekerasan (ahimsa), perbuatan, dan pemikiran, menghormati semua bentuk kehidupan, dan hukum karma (sebab akibat).
Di antara agama-agama yang ada di dunia, agama Hindulah yang paling toleran. Dasarnya adalah bahwa semua yang berbuat baik ambil bagian dalam karya perdamaian yang diajarkan oleh para Maharsi.

4.      Khong Hu Cu
Peletak dasar agama Khong Hu Cu adalah Khong Hu Cu atau Konfucius. Ia lahir di kota Tsou, di negeri Lu dari keluarga Siok Liang Hut dan Tien Cai.  Menurut Tomy Su, kelahiran Khong Hu Cu ini dirayakan pada hari raya Imlek (Kompas, 28 Jan, 2006).
Khong Hu Cu adalah pemeliharan dan penjaga tradisi leluhur yang baik. Ia berusaha mengolah dan menuliskan kembali tradisi-tradisi baik yang sudah ada sejak dahulu kala. Ia juga menambahkan dalam penulisan tradisi tersebut pemikiran-pemikirannya. Konfucius menekankan kaitan antara Jalan Langit dan Jalan Bumi dengan Jalan Kemanusiaan. Ia mencanangkan dunia tindakan dalam hubungan sosial, sebagai pusatnya adalah meditasi kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan penerangan. 
Khong Hu Cu adalah seorang warga negara yang baik. Ia mengabdikan dirinya untuk kemajuan dan kemakmuran kerajaan. Pengalaman hidup bermasyarakat, kepeduliannya kepada sesama khususnya rakyat miskin dan menderita, serta patriotismenya menjadi teladan umat.
Dua nilai ajaran Khong Hu Cu: Yen dan Li. Yen adalah cinta/ ramah tamah dalam hubungan dengan seseorang. Sedangkan Li adalah serangkaian antara perilaku, ibadah dan adat istiadat, tata krama, dan sopan santun. Dalam buku Lun Yu, Khong Hu Cu mengajarkan tenggang rasa (tepa selira) pada orang lain.
Banyak orang mendukung usaha dan perjuangan Khong Hu Cu. Dari antara mereka adalah para muridnya. Namun demikian banyak juga yang menentang bahkan menghambat Khong Hu Cu. Penghambatan itu dilakukan oleh orang-orang yang iri terhadap keberhasilan Khong Hu Cu. Mereka memfitnah Kong Hu Cu. Di sinilah Khong Hu Cu banyak menderita. Tetapi, ia tetap setia pada ajarannya.
Sebagai agama kuno, Khong Hu Cu  awalnya adalah falsafah hidup. Sebagai falsafah hidup agama ini menjadi pedoman hidup orang China. Dalam perkembangannya agama Khong Hu Cu tersebar ke penjuru dunia berkat jasa orang-orang China perantauan.

5.      Sidharta Gautama
Sidharta Gautama adalah peletak dasar agama Budha. Ia adalah anak Raja Suddhodana dan Mayadevi. Ramalan para rsi bahwa ia akan menjadi raja besar atau menjadi buddha menyebabkan Sidharta dipingit. Raja Suddhodana tidak menghendaki anaknya menjadi Buddha.
Pengalaman berjumpa dengan kaum papa, miskin menjadikan Sidharta sadar akan kenyataan dan makna hidup manusia. Dari sanalah ia termotivasi untuk mencari kesempurnaan hidup dengan cara menderita dan juga bertapa. Pencapaian penerangan diperolehnya setelah ia mampu menggabungkan antara doa dan pelayanan. Di bawah pohon Bodhi sang Sidarta mendapat penerangan sehingga disebut sebagai Budha (yang mendapat pencerahan).
Ajaran Sang Budha terangkum dalam empat kasunyatan; kasunyatan adanya dukkha, kasunyatan sebab dukkha, kasunyatan lenyapnya dukkha, dan kasunyatan jalan menuju lenyapnya dukkha. Pada kasunyatan jalan menuju lenyapnya dukka ini diajarkan tentang “Delapan Jalan Mulia atau Arya Athangika Magga” yaitu pandangan benar, pikiran benar, perkataan benar, tindakan benar, kehidupan benar, usaha benar, kesadaran benar dan konsentrasi benar.
Agama Buddha terdiri dari berbagai aliran, misalnya Theravada (hinayana), mahayana yang di dalamnya terdapat aliran maitreya. Hingga kini agama Budha termasuk salah satu dari agama besar di dunia.  

B.     Para Penerus Warta Agama
Kelangsungan sebuah agama beserta pewartaannya ditentukan oleh loyalitas (kecintaan) para pemeluknya. Para pemuka agama merupakan penentu kebijakan dan penanggung jawab secara  organisasi atau kelembagaan. Sedangkan para awam (umat biasa) menunjukkan tanggungjawabnya dalam partisipasi pada setiap kegiatan yang diadakan. Berikut disebutkan para penerus warta agama baik secara kelembagaan maupun secara perorangan sebagai penanggung jawab ornganisasi agama.
1.      Agama Islam
Pada jaman dahulu kelangsungan agama Islam dipegang oleh para khalifah(wakil nabi). Secara kelembagaan kelangsungan ajaran agama Islam di Indonesia dibawah tanggungjawab MUI (Majelis Ulama Indonesia), LDI (Lembaga Dakwah Indonesia), juga ormas-ormas (dan orpol)yang bersemangatkan Islam (Muhamadiyah, NU, PKB, PKS, PPP, dll). Sedangkan para pemuka yang bertanggungjawab adalah para ulama, da’i / ustad, kyai, dan sebagainya. Usaha-usaha kelangsungan warta agama diwujudkan dengan cara mendirikan pondok pesantren, sekolah (MI, MTs, MA), da’wah / kotbah, dan sebagainya. Para awam berusaha terlibat dengan cara ambil bagian dalam pelaksanaan program kegiatan para pemuka  dan dengan mendalami ajaran agama dengan sungguh-sungguh.  
2.      Agama Kristen
Agama Kristen terdiri dari berbagai aliran/sekte/denominasi. Maka pendirinyapun ada banyak juga. Dari banyaknya para pendiri agama Kristen dapat disebut beberapa antara lain Martin Luther (Lutheran), Zwingli, dan Yohanes Calvin (Calvinis/reformasi). Sepeninggal para pendiri, kelangsungan warta agama Kristen dilanjutkan oleh para pendiri sekte dan pendeta. Beberapa pendiri sekte itu antara lain John Smyth (Gereja Baptis), Wesley bersaudara (Gereja Metodis), Charles F. Parham (Pentakostal). Mereka ada yang bergabung membentuk kelembagaan (DGI), ada yang tidak. Di Indonesia berkembang banyak (sekali) Gereja Kristen: GPdI, GPPS, Mawar Saron, HKBP, GKJW, Bethel, Bethany, GKT, dll. Data terakhir dari MAG, di Jember saja ada 71 Gereja. Di Indonesia para pemuka agama kristen mengadakan kerjasama dalam bentuk organisasi disebut Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI). Sedangkan para awam ambil bagian dalam pelayanan-pelayaan peribadatan misalnya aktif sebagai singer, pembina sekolah minggu, ReMaSa, dan sebagainya.
3.      Agama Katolik
Banyak orang menyebut Paulus sebagai pendiri agama Kristen (bdk. Kis. 11:26). Sebutan Katolik dimunculkan kemudian oleh St. Ignasius dari Antiokia (Uskup). Pada mulanya penerus ajaran Yesus adalah para rasul di bawah pimpinan St. Petrus. Setelah jaman para rasul, kelangsungan ajaran diteruskan oleh para Bapa Gereja (misalnya St. Agustinus, Hironimus, Gregorius Agung, dll). Di samping itu, secara kelembagaan kelangsungan warta agama katolik merupakan tanggung jawab Gereja Katolik dunia di bawah kepemimpinan Paus beserta para pembantu-pembantunya yang disebut hierarki. Di Indonesia tanggungjawab itu berada di tangan KWI (Konferensi Wali Gereja Indonesia), tarekat religius para pastor, suster dan bruder ( O.Carm, H. Carm, SPM, CM, CDD, SVD, SJ,dll) juga organisasi lain yang bersemangatkan katolik misalnya FMKI, PML, Puskat, sekolah – sekolah katolik. 
4.      Agama Buddha
Sepeninggal Sang Buddha, ajaran agama diteruskan oleh para murid dibawah kepemimpinan Maha Kasyapa. Di masa kejayaan raja Asoka agama Buddha berkembang ke berbagai penjuru dunia hingga ke Indonesia. Secara kelembagaan kelangsungan ajaran agama Budha berada di tangan sangha (semacam dewan pemuka agama yang terdiri dari para bhikku / bhikuni) . Di Indonesia beberapa sangha (Buddha Mahayana dan Hinayana) membentuk organisasi yang disebut WALUBI (Perwalian Umat Budha Indonesia). Sedangkan secara khusus kelestarian ajaran budha merupakan tanggungjawab para pemuka agama Budha antara lain Tennynsy, Lokanathati, Bhiku, Smanera, dll. Umat Buddha juga memiliki peranan penting dalam usaha meneruskan warta agamanya.
5.      Agama Hindu
Kelangsungan hidup agama Hindu berada di bawah tanggung jawab para pemuka Hindu, misalnya para brahmana, juga para rohaniwan (pemangku, sengguhu, wasi, pedande, pendeta, pinandita, dll). Secara kelembagaan, penerus warta agama Hindhu adalah PHDI (Parishada Hindu Dharma Indonesia).
6.      Agama Khong Hu Cu
Setelah wafat, ajaran Khong Hu Cu dilanjutkan oleh Tzu-Szu, serta tokoh lain misalnya Meng-Tze (Mencius). Secara kelembagaan, penanggungjawab warta agama Khong Hu Cu di Indonesia adalah Majelis Tinggi Agama Khong Hu Cu Indonesia (Matakin). Kelangsungan agama Khong Hu Cu juga ditopang oleh kuatnya kekeluargaan dalam masyarakat cina.

C.    Melestarikan Ajaran Agama (tindak lanjut).
Kebahagiaan dan kedamaian adalah cita-cita setiap orang sebagai pribadi dan anggota kelompok. Setiap orang entah bagai pribadi atau bagian dari jemaat bertanggungjawab melestarikan ajaran agama masing-masing. Hal ini bertitik tolak dari beberapa pemikiran:
1.      Ajaran agama merupakan way of life yang sarat dengan nilai-nilai hidup. Lunturnya ajaran agama yang benar akan menghancurkan hidup manusia itu sendiri.
2.      Ajaran agama merupakan dasar hidup dan norma jemaah. Hilangnya norma bersama tentu akan memunculkan keegoisan yang berakibat pada hancurnya nilai-nilai hidup bersama.
3.      Ajaran agama terjelma dalam hidup bermasyarakat. Nilai agama dan bermasyarakat saling mengadopsi dan melengkapi. Lunturnya nilai agama tentu merugikan hidup bermasyarakat.
Kesadaran akan hidup oleh dan untuk jemaah seharusnya mendorong setiap penganut agama untuk melestarikan ajaran agama yang dianutnya. Selain berusaha memahami dan mengamalkan ajaran secara benar, keterlibatan seseorang dalam kegiatan lembaga agama yang bersangkutan merupakan wujud konkrit partisipasi seseorang dalam usaha melestarikan agama.
Seorang pemeluk agama Katolik bisa terlibat dalam kegiatan-kegiatan hidup menggereja dalam kerangka liturgis (lektor, pemazmur, kolektan, pendoa, misdinar, dll). Kegiatan peribadatan misalnya doa lingkungan. Pewartaan misalnya pendalaman iman dan minggu gembira. Kegiatan kemasyarakatan misalnya SSV. Kegiatan keorganisasian misalnya Mudika.
Seorang pemeluk agama Kristen bisa terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan jemaat yang bersangkutan misalnya kegiatan persekutuan remaja, song leader, diakonia,sekolah minggu, dll. Mengingatkan teman seagama untuk rajin beribadah juga merupakan usaha melestarikan ajaran agama.
Sedangkan umat Islam bisa terlibat dalam kegiatan-kegiatan Remaja Masjid, pengajian, dll. Kemauan untuk memahami ajaran secara mendalam juga merupakan usaha melestarikan agama.
Salah satu cara efektif untuk melestarikan ajaran agama adalah dengan menerbitkan buku-buku serta syiar melalui media massa baik melalui radio, televisi, internet, dan sebagainya.





8 komentar:

  1. sekilas info (renungan bagi semua umat)

    silahkan kunjungi link dibawah ini dan klik pada komentarnya

    https://njlajahweb.blogspot.co.id/2015/02/pertama-tama-saya-

    mohon-maaf-yang.html#comment-form

    BalasHapus
  2. SEKILAS INFO Yesus Kristus menebus dari dosa kutuk hukum taurat (Gal 3:13), bagi semua manusia didunia (I Yoh 2:2), baik terhadap Kristen juga terhadap non Kristen (walaupun non Kristen tidak berpindah agama ke agama Kristen)

    >>> Namun Yesus Kristus tidak menebus dosa perbuatan manusia dalam seumur hidup mereka baik terhadap Kristen maupun non Kristen.

    >>> Mat 13:40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. 13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. 13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

    NB 1: Penebusan Yesus Kristus telah disediakan bagi seluruh manusia didunia bagi Kristen dan non Kristen, tapi belum diberikan.

    >>> Namun hanya diberikan,

    ketika mereka ( Kristen & non Kristen ),
    bisa mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, pada Hari Penghakiman nanti, yaitu ketika timbangan kebaikan mereka ( dalam total seumur hidup mereka ) lebih berat timbanganya dari pada timbangan total dosa / keburukan mereka dalam seumur hidup mereka, dihadapan Tuhan.

    >>> Maka pada saat itulah Yesus Kristus menghapus total timbangan dosa / keburukan mereka yang lebih ringan timbanganya, sehingga mereka bisa langsung masuk surga, tanpa harus mencicipi siksa neraka dulu. Pada saat inilah Kuasa Penebusan Yesus Kristus difungsikan, jika hati non Kristen percaya bahwa Yesus Kristus mampu menebus /menghapus kutuk hukum taurat.

    >>> Matius 1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

    >>> Wahyu 2:18-23 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga:Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya.Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu. Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.

    BalasHapus
  3. SEKILAS INFO Saat kapanpun Keilahian Yesus Kristus juga Roh Kudus bisa disebut Allah, ( hanya jika berdasarkan Kualitas Keilahian )
    >>> Demikian juga saat kapanpun Yesus juga Roh Kudus bisa disebut Utusan, ( hanya jika berdasarkan “selain” dalam hal Kualitas Keilahian. )
    >>> 14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
    14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
    ---
    >>> 16:26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
    16:27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.
    >>> (Sebutan Tuhan sebenarnya tidak ditujukan pada Manusia Yesus, tapi pada Kualitas Allah yang terkandung dalam Keilahian Yesus)
    >>> 5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
    5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
    ---
    >>> 13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
    ---
    Qs 11:37 Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
    Qs 21:29 Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: "Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain daripada Allah," maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim
    Qs 29:8 Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
    Qs 70:40 Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.
    ---
    3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

    BalasHapus
  4. 28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
    28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
    ---
    5:13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"
    5:14 Dan keempat makhluk itu berkata: "Amin". Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.
    ***
    21:14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.
    ---
    8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
    8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
    ---
    9:18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup."
    9:19 Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
    ---
    28:5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
    28:6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
    28:7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."
    28:8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
    28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
    28:10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."
    ---
    1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
    1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.
    1:19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.
    ---
    1:6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, -- bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.
    1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.
    1:8 "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

    BalasHapus
  5. Yes 3:18 Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! -- dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. Mat 12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Ams 24:17 Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok, 24:18 supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat, lalu memalingkan murkanya dari pada orang itu. Mat 18:10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. Mat 25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. 25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; 25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. 25:44 Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? 25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. 25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal." Mat 6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."Bil 14:18 TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat. Yes 40:2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya. Ayb 13:26 Sebab Engkau menulis hal-hal yang pahit terhadap aku dan menghukum aku karena kesalahan pada masa mudaku;

    BalasHapus
  6. II Sam 7:14 Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Yer 46:28 Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku menyertai engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuceraiberaikan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah." Why 3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Kis 10:45 Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, Mat 11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Mat 10:22 Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Why 3:11 Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu. Why 2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. Yak 1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Mat 16:25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Mat 13:49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, 13:50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

    BalasHapus
  7. sekilas info

    3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
    3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
    3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
    3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

    BalasHapus
  8. sekilas info,

    sekilas info penting untuk Kristen dan nonKristen http://www.laskarislam.com/sta/njlajahweb

    Qs 2:119 Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.
    ---
    Qs 9:68 Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.
    ---
    101 Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.
    102 Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.
    103 Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.

    BalasHapus